Jumat, 19 Agustus 2011

Menjaga flashdisk agar awet dan tahan lama

Buat saya, Flash Disk (FD) adalah benda yang
wajib di bawa ketika saya hendak mengunjungi
warnet saat koneksi internet di rumah sedang
tidak stabil. Hal itu disebabkan oleh aktifitas
saya di dunia maya yang selain blogging, juga
didominasi oleh kegiatan lain seperti download
lagu, game, manga, e-book, kopas tutorial dan
lain-lain. Nah, jika sudah begitu tentu saya
membutuhkan media penyimpanan yang tidak
ribet dibawa-bawa. Apalagi semua warnet di
kota saya tidak menyediakan driver CD maupun
DVD di bilik komputernya. Sepertinya di kota
saya, flashdisk labih umum digunakan sebagai
media penyimpanan dibandingkan dengan disket
yang kapasitas simpannya tidak cukup besar
maupun keping CD yang harus diburn. Menyadari
hal ini, saya jadi labih perhatian terhadap
flashdisk saya. Saya pernah beberapa kali
mengalami masalah dengan flashdisk sampai
saya membuat back up rangkap tiga untuk
jaga-jaga jika flashdisk yang pertama dan ke
dua rusak. Namun setelah beberapa waktu lalu
berkonsultasi kepada google, saya menemukan
rahasia awet muda untuk flashdisk saya dan
hasilnya, sekarang saya tidak perlu lagi punya
back up data flashdisk sampai tiga rangkap.
Baiklah, sekarang, saya akan sharing cara-cara
merawat flashdisk agar awet muda dan tidak
cepat rusak:
1. Jauhkankan dari panas langsung atau tidak
langsung
Komponen flashdisk terdiri dari logam yang
akan memuai apabila kena panas, maka
hindarkan meletakkan flashdisk dalam ruangan
yg panas atau bahkan terkena sinar matahari
langsung. misalnya jangan menaruhnya dalam
bagasi mobil atau motor. Karena suhu ruangan
kamar saya juga panas (kamar saya tidak pakai
plafon) maka saya menyimpan flashdisk dan
barang rentan panas lainnya di lemari di ruang
tamu yang ada plafon dan penetral suhu
udaranya.
2. Jauhkan dari air.
Karena air merupakan penghantar listrik, maka
alat ini pun bisa konslet apabila terkena air dan
yang jelas pasti bisa rusak. Sebenarnya nggak
langsung rusak sih… Kalau kecemplung terus
tenggelam dalam waktu lama ya, bisa jadi
langsung rusak, tapi kalau baru jatuh sebentar
ke dalam air, itu masih bisa diselamatkan.
Pengalaman saya sih saya keringkan dengan
blower. Tapi, kalau nggak ada blower ya buka
aja rangkanya trus keringkan dengan kipas
angin. Kalau sudah kering tapi takut untuk
mencolokkannya ke komputer, kita bisa coba
cara ini…
Ukur jalur/pin usbnya dengan multitester/avo
meter setting dengan ohm meter 1x.Jika jarum
avo meter bergerak semua kenilai yang sama
maka flashdisk masih shot ,ulangi langkah
sebelumnya sampai tidak menunjukan angka
yang sama.ini cara yang paling cepat untuk
mengetahui shot/tdknya flashdisk.
3. Jauhkan dari medan manet
Di dalam flashdisk terdiri dari chips atau logam
kecil-kecil yang akan mudah terpengaruh
dengan sumber medan magnet, oleh karena itu,
hindari meletakkan flashdisk ini dekat dengan
TV, Radio Tape, Speacker Active, juga Ponsel
yang menghasilkan gelombang radio dan magnet.
4. Hindari benturan yang keras dan jangan
jatuhkan atau melempar flashdisk.
Walaupun dari pihak produsen mengklaim FD
produknya anti shock (benturan), tetapi
menghindari benturan/jatuh merupakan langkah
antisipatif yang tepat. Untuk mengatasi jika
sewaktu-waktu kita nggak sengaja
menjatuhkan flashdisk, sebaiknya flashdisk kita
dibungkus dengan semacam kantung (pouch) dari
kain yang empuk untuk meminimalisir efek
benturan ketika jatuh. Saya membuat sendiri
flashdisk pouch saya dari kain flanel. Nanti saya
share bagaimana cara membuatnya.
5. Selalu tutup kepala flasdisk.
Untuk melindungi dari debu dan kotoran, apabila
sedang tidak digunakan, sebaiknya kita selalu
menutupnya. Debu atau kotoran dapat
menyebabkan proses baca tulis sering gagal
atau bahkan tidak terbaca sama sekali.
6. Lakukan prosedur eject atau stop setiap kali
akan mencabut flashdisk.
Jangan asal mencabut flashdisk dari PC tetapi
lakukan prosedur eject atau stop terlebih
dahaulu. Kalau tidak, selain bisa menyebabkan
data kacau atau hilang juga bisa memperpendek
umur flashdisk atau bahkan menjadi rusak.
Begini caranya melakukan eject sebelum
meremove flashdisk…
-klik kanan drive flashdisk, kemudian pilih opsi
[eject]
-klik kanan pada ikon removable disk di sudut
kanan bawah, didekat tulisan jam.
-Kemudian klik [safely romove hardware]
-klik [stop]
-kemudian [close]
Atau bisa juga dengan cara ini…
-double klik pada ikon removable disk di sudut
kanan bawah,, didekat tulisan jam.
-Kemudian klik [safely romove hardware]
-klik [stop]
-kemudian [close]
Saya sih selalu pakai cara yang kedua.
7. Minimalkan proses hapus tulis.
Dengan meminimalisasi proses hapus tulis,
dapat membuat flashdisk lebih awet. Ingat, usia
flashdisk kira-kira 10.000 sd 100.000 proses
hapus tulis. Jadi, sebaiknya benar-benar
memperhitungkan secara matang proses
pengeditan yang akan kita lakukan. File apa saja
yang mau di simpan, file mana saja yang
benar-benar mau dibuang, agar tidak terjadi
“pemborosan proses”.
8. Lakukan scan virus.
Yang tak kalah pentingnya adalah selalu scan
virus, sebelum kita membuka atau mencopy
filenya ke PC. Tentunya dengan antivirus yg
terupdate secara berkala. Hal ini untuk
mencegah PC tertular dari flashdisk yang
mungkin terinfeksi virus.
9. Jangan melakukan pengeditan langsung pada
flashdisk.
Usahakan file/datanya kita copy ke PC dahulu,
baru kemudian lakukan pengeditan di PC, setelah
selesai, baru kemudian pindah/copykan ke
flashdisk. Memang ribet, tapi ini penting kalau
nggak mau flashdisknya rusak. Pengeditan
langsung di flashdisk, menyebabkan umurnya
lebih pendek.
10. Back up secara berkala.
Selalu buat copy data cadangan atau backup
data di komputer atau laptop kita yang
dilindungi anti virus atau media lain seperti cd
dan dvd agar jika data hilang kita tidak panik
dan stres. Saya sendiri punya dua flashdisk
yang isinya selalu sama persis. Total flashdisk
saya ada 16 buah. Tapi yang 8 cuma back up dari
masing-masing flashdisk.
11. Hindari melakukan format flashdisk
berulang-ulang.
Jangan terlalu sering format flash disk karena
dapat rusak dan mengurangi jumlah batasan
hapus tulis.
12. Melakukan defragment secara teratur.
agar struktur data di dalam flashdisk bisa
diatur agar kinerja flashdisk kita lebih optimal.
Caranya…
-klik kanan pada flaskdisk, [properties],
-pilih menu [tools] kemudian klik tombol
[defragment now],
-pilih drive flasdik kemudian klik tombol
[defragment]
13. Copot flashdisk terlebih dahulu sebelum
merestart atau menshutdown komputer.
Hindari merestart atau menshutdown komputer
ketika flashdisk masih menancap. Itu akan
mengakibatkan kerusakan data-data dan
terperangkapnya virus (kalau ada) sehingga
semakin sulit ditangani. Pastikan meremove
flashdisk ketika baterai laptop mulai low atau
ketika akan merestart dan mematikan
komputer.
14. Hindari meminjamkan flashdiak kepada
sembarang orang.
flashdisk jangan berpindah-pindah tangan.
apalagi digunakan pada orang yang tidak terlalu
tahu merawat flashdisk.
15. Cermati komputer yang akan kita gunakan.
Sebelum memasukkan data pada flash disk
usahakan dan pastikan tidak ada virus
didalamnya. Saya mengatasi hal ini dengan cukup
efektif dengan menggunakan antivirus portable
yang saya simpan di dalam flashdisk. Jadi, jika
ada virus yang terdeteksi pada komputer
tersebut, saya tidak jadi memasukkan data
apapun ke dalam flashdisk saya.
16. Hindari memasang flashdisk teralu lama.
Sebaiknya kita tidak membiarkan flashdisk
tertancap lama-lama di komputer. Jika ingin
mengedit sesuatu, kopi semua file yang mau
diedit kemudian segera remove flashdisknya.
Setelah selesai melakukan pengeditan, barulah
flashdisk dicolokkan kembali lalu file yang sudah
finish tadi dioverwrite di flashdisk.
17. Manage flashdisk dengan cluster terbesar.
agar kerja flashdisk lebih optimal, kita bisa
memanage flashdisk kita dengan memilih cluster
yang paling besar ukuran kapasitasnya. Selain
itu, hal ini dimaksudkan agar kinerja chipset
flashdisk tidak berat ato panas dan
menghindarkan diri dari bad sector. Nah,
Caranya…
-klik kanan my computer, manage,
-klik kanan flashdisk,
-pilih format flashdisk,
-pilih allocation unit size dg nilai terbesar,
misalnya 16K ato 32K ato 64K.
18. Belilah flashdisk yang memiliki garansi.
Pilih vendor yang menyediakan garansi. Dulu,
garansi untuk flashdisk adalah 1 tahun. Namun
sekarang, banyak vendor yang menyediakan
layanan garansi seumur hidup atau LWT
(Lifetime Warranty). Jadi, untuk setiap
pembelian flashdisk maka notanya harus tetap
disimpan, agar mudah mengajukan klaim
dikemudian hari (jika terjadi sesuatu pada
flashdisk yang dibeli tadi).
19. Jangan menambah gatungan yang berat pada
flashdisk.
Lubang pada pangkal flashdisk bukan ditujukan
untuk menggantung gantungan hiasa seperti
pada gantungan kunci atau handphone. Seperti
Gunting kuku, Kunci Motor, kunci lemari, boneka
figur dll. Karena bisa membengkokkan kepala
Flashdisk dan melonggarkan colokan flasdisk.
Sebagian orang memanfaatkan lubang tersebut
untuk mengaitkan tali yang bisa dikalungkan ke
leher. Saya sendiri memanfaatkan lubang
tersebut untuk menggantungkan tag untuk
mengetahui flashdisk mana berisi file apa saja.
Misalnya tag MP3&Video berarti flashdisk itu
berisi lagu-lagu mp3 dan video tutorial craft
yang saya download dan sebagainya.
20. Tutup semua file flashdisk sebelum
meremove.
Kadang terjadi kasus flashdisk yang tidak bisa
diremove dalam proses eject. Hal itu bisa
dikarenakan adanya file atau aplikasi di
flashdisk yang masih dibuka di komputer, bisa
jadi juga ada aplikasi komputer yang sedang
melakukan aktifitas penulisan pada flashdisk.
Caranya mengatasinya ialah dengan mematikan
proses tersbut terlebih dahulu baru kemudian
merejectnya.
Kita dapat menggunakan cara manual…
-tombol exit untuk program yang jalan
-alt+f4 untuk langsung exit dari keyboard.
-atau dengan menggunakan taskmanager [Ctrl
+Alt+Del], kemudian klik end task pada
program yang jalan. (Kalau takut keliru/salah
nutup program… sebaiknya semua program
yang dikenal ditutup dulu.)
Kita bisa juga menggunakan tools yang lain
seperti HijactThis, Kill Process, Process
Manager.
Nah… begitulah cara merawat flashdisk kita
agar lebih awet sehingga bisa lebih lama
digunakan. Jadi… apakah sekarang kita semua
akan mulai memperhatikan si kecil ini? Saya
cuma bisa berbagi segini, soal prakteknya…
masing-masing saja yang memutuskan.

1 komentar: